CATATAN PERJALANAN
OLEH-OLEH DARI KUNJUNGAN DAN OBSERVASI DI SALAH SATU SEKOLAH DASAR PROSERPAIN AUSTRALIA
Berikut ini adalah beberapa hal yang menarik untuk dijadikan pelajaran positif yang dapat diambil dari sekolah St Catherine’s Proserpine:
1. Kurikulum
Sekolah ini menerapkan kurikulum yang ditetapkan oleh Queensland Studies Authority, meliputi; Art, English, Mathematics, Science, Studies of Society and Environment, Health and PE, Language Other than english, Technology and Religion.
2. Status Sekolah
Sekolah ini merupakan Private School (Sekolah swasta) yang berada dibawah naungan sebuah gereja katolik. Meski demikian, sekolah ini mendapatkan perhatian dan dukungan yang maksimal dari pemerintah, sama seperti dukungan yang didapatkan oleh sekolah-sekolah negeri (Goverment School).
3. Tenaga Pendidik dan Kependidikan.
Tenaga pendidik di sekolah ini didominasi oleh kaum wanita. Dari pengamatan kami hanya ada tiga orang guru pria. Sistem yang digunakan adalah guru kelas, hanya terdapat beberapa orang yang menjadi guru bidang studi khusus. Sedangkan support Learning (guru BK) ditangani oleh beberapa tenaga khusus dan dilengkapi guru-guru pendamping yang lengkap.
4. Sarana Prasarana
a. Meja, Kursi & penataannya.
Meja dan kursi siswa sangat unik. Laci meja tersebut dibentuk dengan sebuah pintu yang membuka ke atas, sehingga lebih mirip sebuah box, dengan begitu keamanan dan kerapian barang siswa tetap terjaga. Adapun kursinya, ia memiliki sebuah saku yang digantungkan pada kursi tsb.
b. Papan tulis
Papan tulis di setiap kelas diformat seperti slide. Jika selama ini hampir di semua sekolah di Indonesia hanya ada sekeping papan tulis yang terletak di depan kelas, maka kali ini, yang kami lihat di bagian depan kelas sebuah papan tulis yang terdiri dari tiga keping dan diformat dalam bentuk slide dan dibelakangnya menjadi rak-rak seperti rak di dalam lemari. Format seperti ini sangat baik untuk pelajaran menghapal, dll. Di samping itu, pada sisi dinding lainnya juga terdapat papan-papan tulis, sehingga jika format duduk siswa diubah, atau guru hendak berganti posisi berdiri saat menjelaskan pelajaran, maka guru dan siswa tetap dapat menatap papan tulis.
c. Multi media (Smart Board, Tape, DVD Player, Comp)
Sarana multi media tersedia lengkap di setiap ruang kelas. Semuanya telah terkoneksi dengan baik, tidak memerlukan banyak waktu untuk menyambungkan antara satu media dengan media lainnya. Cukup tekan tombol dan tidak usah repot-repot setting sana sini.
d. ATK
Guru tidak perlu khawatir untuk kehabisan spidol dan kekurangan ATK lainnya. Setiap kelas dilengkapi dengan berbagai macam jenis alat tulis. Setiap kelas memiliki berbagai macam warna spidol. Jadi untuk aktivitas anak-anak SD yang masih sangat menyukai warna-warni, maka guru akan sangat mudah membuat pelajarannya menjadi menarik dengan aneka ragam ATK tsb.
e. Mading
Luar biasa, jangan tanya soal kreatifitas yang ada di dalam kelas. Tidak ada istilah kelas kering dari pemandangan karya. Berbagai poster, kata-kata motivasi, daftar kegiatan, apresiasi bagi siswa, foto-foto, ragam ketrampilan tangan, semuanya nampak indah menghiasi ruang kelas. Kemana pun arah mata memandang pasti ada objek menarik yang enak dilihat di dalam ruang kelas. Intinya, tidak ada dinding kosong yang membuat mata hampa oleh warna cat belaka, semua dinding menjadi mading, walau mereka tetap memiliki mading khusus.
f. Lantai
Kesan mewah tampak dari lantai yang dibungkus karpet tebal. Walau mereka memasukkan sepatu ke dalam, namun sama sekali tak nampak kesan kotor. Lantai yang berkarpet ini membuat siswa leluasa untuk beraktivitas di dalam kelas, sehingga format kelas cukup menarik untuk dibuat lesehan maupun duduk di kursi.
g. Mikrofon Wifi
Jika di indonesia banyak guru yang harus kehabisan suara, atau urat suaranya membesar karena rajin berteriak untuk menyuruh muridnya diam atau fokus pada pelajaran, maka di sini sangat berbeda. Guru dapat menghemat suaranya saat menjelaskan pelajaran, sehingga hal tersebut berpengaruh pada energi yang harus dikeluarkannya walaupun ia memiliki banyak jam pelajaran. Dengan bantuan sebuah microfon Wifi yang tergantung di leher dan empat buah speaker yang tertempel di setiap sudut kelas, maka guru sangat nyaman mengajar, dan murid pun mudah untuk diajak perhatian.
h. Lantai karet yang dicor di setiap lapangan permainan
Keamanan dan kenyamanan bermain anak-anak menjadi perhatian yang sangat baik di sekolah ini. Mereka diharuskan memakai topi jika akan bermain di lapangan besar. Di samping itu, taman bermain yang ada di sekitar sekolah, lantainya dilapisi dengan karet khusus yang dicor seperti aspal. Sehingga nampak kokoh dari jauh namun sangat elastis saat diinjak atau tidak membahayakan jika sampai seorang siswa terjatuh di taman bermain tersebut.
i. Telpon di setiap kelas
Setiap kelas dilengkapi dengan telpon pararel, sehingga jika seorang guru membutuhkan suatu keperluan mendadak, maka ia tidak harus meninggalkan kelas, cukup mengangkat telpon dan menghubungi pegawai yang ada di staff room.
j. Koneksi Internet.
Sekolah ini memiliki jaringan internet yang sangat terorganisir. Tidak sembarang orang dapat mengakses dengan bebas. Setiap guru memiliki password masing-masing. Dan tidak semua situs dapat dibuka dengan bebas, beberapa situs yang dianggap akan menjadi sumber bulliying dan konflik diblok, seperti situs2 jejaring sosial misalnya. Sekolah ini juga memiliki seorang teknisi khusus di bidang komputer dan ICT.
5. Penataan ruang kelas
Ruang kelas ditata dengan sangat apik. Meja dan kursi siswa di semua kelas ditata dengan format group, tidak ada yang dibentuk dengan format line. Hal ini juga didukung dengan keberadaan papan tulis yang tertempel hampir di setiap sisi dinding kelas, sehingga kemana pun mata siswa memandang saat guru beraktivitas di dalam kelas, maka mata anak akan tetap dihadapkan ke papan tulis. Lalu kelas-kelas juga banyak memiliki rak, saku dinding, mading, dan semua kelas tidak ada yang kering dari hasil karya dan kreatifitas guru maupun siswa.
6. Kantor guru dan staff
Ruangan ini dijadikan sebagai kantor seluruh guru-guru dan pegawai untuk beristirahat, snack, makan siang, dll. Namun waktu istirahat yang tidak terlalu lama membuat mereka tidak menjadikan ruangan tersebut sebagai tempat berlama-lama, ngerumpi, dll. Jika bel berbunyi serta merta mereka menuju kelas dan tempat masing2.
7. Ruang wali kelas
Semua wali kelas berkantor di kelasnya masing-masing. Jadi wali kelas betul-betul berkuasa dan dapat mengawasi suasana kelasnya setiap saat. Jika ia sedang tidak ada jam pelajaran maka ia tetap dapat stand by bekerja di ruang kelasnya tanpa harus merasa terganggu atau mengganggu guru yang sedang mengajar pelajaran lain.
Uniknya, meskipun semua peralatan dan kebutuhan wali kelas ada di kelasnya, tidak seorang murid pun berani mengganggu dan mengotak-atik barang milik wali kelasnya. SO, apakah wali kelas tidak berhak beristirahat usai mengajar?, tentu saja berhak, ia tidak harus selalu stand by di kelas jika bukan jam pelajarannya, ia tetap diperbolehkan ke ruangan guru-guru (staff room untuk break dan snack), namun keberadaan kantor dan barang-barangnya di kelas membuat ia memiliki keterikatan emosi tersendiri untuk senantiasa berada di kelasnya, membuat kreatifitas dan mengerjakan tugas-tugas keguruan lainnya.
8. Ruang BK (Support Learning)
Guru BK di sekolah ini memiliki ruangan tersendiri. Ruangan tersebut dilengkapi dengan semua sumber daya pembinaan; buku2, daftar2, poster2, dll. Lalu disampingnya terdapat sebuah ruangan khusus untuk pembinaan anak-anak yang dianggap memerlukan support.
9. Pemberikan sertifikat apresiasi perminggu.
Sekolah ini menargetkan dalam setahun semua siswa mendapatkan sertifikat apresiasi, jadi setiap assembly senin pagi, para wali kelas membagikan sertifikat mini, sebagai bukti fisik penilaian mereka selama seminggu terhadap anak didiknya. Setiap kelas menetapkan dua siswa yang berhak mendapatkan sertifikat.
10. Ruang Lab Komputer dan Perpustakaan
Lab Komputer di sekolah ini sudah sangat representatif. Komputer yang tersedia mencukupi seluruh jumlah siswa. Kemudian ruangan ini dilengkapi sebuah layar proyektor LCD, TV Kabel, DVD Player, dll. Semuanya telah diseting dengan baik dan safety.
Sementara perpustakaannya, memang tidak terlalu besar, sebab di kelas-kelas telah tersedia perpustakaan mini yang memiliki banyak buku dan cukup menjadi sumber daya yang mencukupi bagi keperluan siswa.
11. Ruang UKS
Ruang UKS di sini dilengkapi dengan dua buah ranjang lipat yang kokoh.
12. Format Raport (Lihat di lampiran).
Raport siswa didominasi oleh format deskripsi, hampir tidak terlihat format angka-angka.
13. Sikap siswa terhadap sarana dan guru
Hebat, selama dua minggu mengamati, tidak ada siswa yang bersikap usil terhadap sarana prasaran sekolah. Seolah semuanya sudah paham untuk menjaga dan tidak merusak sedikit pun sarana yang ada baik di dalam maupun di luar kelas. Tidak ada poster2 yang terkelupas, dinding-dinding dicoret atau kerusakan lainnya. Sekolah ini didukung dengan peralatan laminating sendiri, sehingga apapun poster yang tulisan yang dibuat oleh guru, akan terjaga aman dan tidak mudah rusak.
14. Tidak ada guru yang datang terlambat (kedatangan ke sekolah maupun pada jam pelajarannya). Sekolah ini dimulai pukul 8.45 dan berakhir pukul 3.00 sore. Tidak ada guru yang terlambat, bahkan setelah datang ke sekolah mereka langsung menuju persiapan kelas masing-masing. Demikian juga dengan kedatangan pada jam pelajaran.
15. Bagaimana tamu?
Setiap tamu, visitor, dll, diwajibkan menuju ruangan TU terlebih dahulu untuk mengisi daftar kedatangan lalu mengenakan visitor card. Jika seorang tamu tidak mengisi daftar tersebut, maka guru-guru akan mengingatkan dan membawanya ke ruang TU.