Seorang ahli hikmah mengatakan:
"...Sirnanya ilmu dihadapkan pada dua perkara; Malu bertanya dan keangkuhan..".
Lalu muridnya berkata; "Apa yang dimaksud dengan keangkuhan tersebut wahai guru?. Guru bijak itu menjawab; "Keangkuhan itu adalah sikap di mana seorang murid meremehkan gurunya. Keangkuhan itu ia tunjukkan dengan sikap keengganan memberikan perhatian dan mendengarkan pembelajaran dari gurunya. Boleh jadi hal tersebut dikarenakan si murid adalah anak seorang yang terpandang, anak orang kaya, sehingga ia merasa derajat sosial gurunya lebih rendah dari pada ia dan keluarganya. Sehingga ia merasa gurunya hanya seorang pekerja ilmu, dan ia berbuat sekehendak hatinya dengan tidak memperhatikan dan menghargai kedudukan gurunya.
Sikap yang pertama ini adalah salah satu penghalang seseorang untuk mendapatkan ilmu yang barakah, ilmu yang bermanfaat, dan boleh jadi menjadikan ilmu yang diberikan gurunya kepadanya sirna, artinya tidak berbekas untuk kebaikan dirinya.
Yang kedua, hal yang juga menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan ilmu adalah sikap malu bertanya. Tidak semua orang langsung dapat memahami pelajaran yang disampaikan, tidak semua guru pula yang mempunyai konsep penjelasan yang baik dan mudah untuk langsung dicerna. Oleh sebab itu, salah satu hal yang mendukung proses pembelajaran adalah "mau bertanya".
Bertanya untuk tujuan belajar dan mengambil ilmu yang bermanfaat adalah sikap yang mulia. Tapi jangan pula bertanya untuk tujuan mencari muka, iseng, atau menguji kemampuan sang guru.
Bagaimana pun, seorang guru adalah orang yang memberikan ilmu kepada kita. Tidak pantas bagi seorang murid untuk meremehkan dan mendebat gurunya.
Jika seorang murid telah mengetahui perihal suatu pengetahuan, maka ia harus tetap bersikap tawadhu dan tidak merasa lebih dari gurunya, apalagi sampai menggurui gurunya. Allah SWT meridhai orang yang mau menuntut ilmu dan tetap menjaga kualitas keilmuan dan akhlaknya dengan sikap tawadhu kepada siapapun, apalagi kepada guru-gurunya.
Jangan angkuh saat menuntut ilmu. Wallahualam
"...Sirnanya ilmu dihadapkan pada dua perkara; Malu bertanya dan keangkuhan..".
Lalu muridnya berkata; "Apa yang dimaksud dengan keangkuhan tersebut wahai guru?. Guru bijak itu menjawab; "Keangkuhan itu adalah sikap di mana seorang murid meremehkan gurunya. Keangkuhan itu ia tunjukkan dengan sikap keengganan memberikan perhatian dan mendengarkan pembelajaran dari gurunya. Boleh jadi hal tersebut dikarenakan si murid adalah anak seorang yang terpandang, anak orang kaya, sehingga ia merasa derajat sosial gurunya lebih rendah dari pada ia dan keluarganya. Sehingga ia merasa gurunya hanya seorang pekerja ilmu, dan ia berbuat sekehendak hatinya dengan tidak memperhatikan dan menghargai kedudukan gurunya.
Sikap yang pertama ini adalah salah satu penghalang seseorang untuk mendapatkan ilmu yang barakah, ilmu yang bermanfaat, dan boleh jadi menjadikan ilmu yang diberikan gurunya kepadanya sirna, artinya tidak berbekas untuk kebaikan dirinya.
Yang kedua, hal yang juga menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan ilmu adalah sikap malu bertanya. Tidak semua orang langsung dapat memahami pelajaran yang disampaikan, tidak semua guru pula yang mempunyai konsep penjelasan yang baik dan mudah untuk langsung dicerna. Oleh sebab itu, salah satu hal yang mendukung proses pembelajaran adalah "mau bertanya".
Bertanya untuk tujuan belajar dan mengambil ilmu yang bermanfaat adalah sikap yang mulia. Tapi jangan pula bertanya untuk tujuan mencari muka, iseng, atau menguji kemampuan sang guru.
Bagaimana pun, seorang guru adalah orang yang memberikan ilmu kepada kita. Tidak pantas bagi seorang murid untuk meremehkan dan mendebat gurunya.
Jika seorang murid telah mengetahui perihal suatu pengetahuan, maka ia harus tetap bersikap tawadhu dan tidak merasa lebih dari gurunya, apalagi sampai menggurui gurunya. Allah SWT meridhai orang yang mau menuntut ilmu dan tetap menjaga kualitas keilmuan dan akhlaknya dengan sikap tawadhu kepada siapapun, apalagi kepada guru-gurunya.
Jangan angkuh saat menuntut ilmu. Wallahualam








0 komentar:
Posting Komentar