Senin, 13 Januari 2014

Refleksi “Batu”

Saat melewati sebuah jalan, sesuatu yang paling sering kita lihat adalah batu-batu kecil, atau kerikil. Sekalipun jalan itu sudah halus beraspal, tetap saja akan ada batu-batu kecil di atasnya. Entah ia berasal dari lontaran roda kendaraan, dari butiran debu yang menggumpal, atau batu-batu yang hanyut dibawa air hujan.

Lalu ada pula batu-batu besar di jalan yang kita lalui, namun jumlahnya tidak sebanyak batu-batu kecil tadi, mungkin hanya beberapa bongkah saja, tempatnya pun berjauhan antara satu dengan lainnya.


Seorang murid pernah datang kepada gurunya dan bertanya, “Bagaimana kita menyikapi dosa? Wahai guru”. Gurunya berkata; Bawalah dua wadah dari rumahmu. Lalu sepanjang jalan dari rumah hingga datang menemuiku, isilah satu wadah dengan batu-batu kerikil dan satu wadah lainnya dengan batu-batu yang lebih besar!.

Murid tersebut melaksanakan apa yang diperintahkan oleh gurunya. Setelah datang, gurunya berkata; “apakah kau ingat di mana saja tempat engkau mengambil batu-batu kecil tadi satu persatu?, murid menjawab; “Tidak, sebab jumlahnya banyak sekali, aku tidak mampu mengingatnya satu  persatu”. “Lalu apakah kau ingat di mana tempat asal batu-batu besar itu?, tanya guru lagi. “Tentu saja, jumlahnya hanya beberapa saja, jadi aku bisa mengingat di mana tempat asalnya”.

“Muridku, begitulah seumpama kita menyikapi dosa. Terhadap dosa-dosa kecil, kita kerap sering melakukannya, kecil tapi banyak dan sering, lalu kita lupa kapan dan di mana saja kita melakukannya. Lalu setelah terkumpul ternyata yang kecil-kecil itu telah memenuhi wadah kita, diri kita, hati kita!. Sedang terhadap dosa besar, mungkin hanya beberapa, tapi ternyata setelah dilihat, jumlahnya yang sedikit tadi telah memenuhi wadah kita, diri kita, hati kita!.

“Jadi, sadarilah muridku, tak ada kebaikan dalam secuil perbuatan dosa, apalagi yang besarnya!, banyak yang mengira ia hanya berbuat dosa kecil, tapi ingatlah bukankah yang besar bermula dari yang kecil jua. Siapa yang berbuat kebajikan walau sebesar biji dzarroh, ia akan melihat ganjarannya. Pun siapa yang berbuat keburukan sebesar biji dzarroh ia akan melihat balasannya”.

(Januari 2014)
Posted by etalase44 On 02.55 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text