Syeh yg "tak pernah" duduk...
*****************************
*****************************
Mengajar adalah tugas untuk berbagi ilmu, wawasan,pengalaman,teladan, dan hal hal yg bermanfaat lainnya. Jadi mengajar itu tugas berbagi, bukan tugas memintarkan. Saya pernah dengar, kalau niatnya memintarkan maka sang guru akan menjadi kesal, jadi tdk ikhlas, jika anak muridnya tdk bs dipintarkan atau menjadi pintar. Doakan saja anak murid agar Allah lapangkan dadanya utk ilmu dan kebaikan, Itulah mengapa Rasulullah pernah bilang (dlm makna hadits) "saya ini cuma membagikan (ilmu), Allah SWT lah yg memberi".
Mengajar anak anak tingkat dasar, satu jam pelajaran durasinya 35 menit. Biasanya satu kali pertemuan kegiatan belajar digabung dua jam pelajaran, jadinya 70 menit.
Suatu ketika, sekolah kami kedatangan guru delegasi dari Mesir. Tugasnya untuk mengajar dgn masa tugas beberapa tahun, sebagai penutur asli bahasa Arab sekaligus simbol kerjasama program pendidikan. Kami biasa menghormati mereka dgn sebutan Syeikh; artinya orang yg dituakan, dihormati, dan memiliki pengetahuan agama yang mumpuni.
Sosok syeikh kali ini menurut saya agak berbeda, soal penguasaan materi itu sudah pasti, hafal AlQuran, ahli agama, dan pakar kebahasaan, namun satu hal yg membuat saya takjub adalah teknik dan metode beliau dalam mengajar anak kecil. Betul betul memberikan pemahaman dan penyerapan yang baik bagi anak anak. Sekali lagi, bagi anak anak. Karena yg beliau hadapi dlm ruang kelas adalah anak anak kecil kelas 6 MI.
Karenanya, setelah beberapa kali pertemuan mengajar, beliau sdh tdk mau lagi saya temani sebagai penerjemah, katanya; jika ada penerjemah anak2 akan bergantung kpd saya. Alhasil, setelah sesekali sy "intip" ternyata anak anak sdh sangat menikmati belajar dengan syeikh, walaupun tdk paham utuh secara dialog Arab, tapi trnyata anak2 paham begitu sy review pada hari lainnya. Ternyata betul, "keterpaksaan" anak anak tanpa penerjemah telah membuat mereka beradaptasi dan terkondisi utk berkomunikasi dgn syeikh. Otak anak anak memang masih encer.
Cerita punya cerita, beliau sdh lebih 30 tahun berkecimpung di dunia pendidikan semacam ini. Berarti secara usia umur dan pengalaman sdh sangat luar biasa. Salah satu nasehatnya yg unik kpd saya; "lihatlah sy mengajar, sy tdk pernah duduk, setiap anak mendapat bagiannya utk diskusi dan dialog dgn saya. Jika jam mengajar 35 menit, sdngkan jumlah anak ada 30 orang. Itu brarti masing masing berhak mndapat lebih kurang satu menit menyerap pelajaran dari guru. Satu menit...ya satu menit..., Jadi, jika guru tdk mengajar dgn baik, berapa anak yg kehilangan haknya. Jika seperti itu yg kita lakukan, betapa waktu mengajar itu sangat singkat dan tak terasa jam pelajaran berlalu cepat".
Pengalaman luar biasa dgn syeikh. Beliau yg jauh usianya di atas saya, hampir tdk pernah duduk saat mengajar. Semua anak mendapatkan sesi transfer ilmu dari beliau. Dan semuanya merasa rindu untuk diajari oleh Syekh. Hari Senin mereka selalu bertanya "Syeikh mana ustadz?.
A.P.K. 09.02.18







0 komentar:
Posting Komentar