Selasa, 13 Februari 2018

Seperti biasa saya datang ke kantor jam 6.10 menit, membuka pintu ruangan, udara dingin Ac lagsung menyeruak, karena memang petugas OB kami sudah menyiapkan sejak awal pagi. Begitu duduk di kursi, tiba-tiba ada seekor nyamuk terbang dan berusaha hinggap di tangan. Namun dengan cepat saya menepuknya. Hidupnya pun berakhir.
Setelah membuat secangkir kopi, pikiran saya terbawa untuk merenungi nasib nyamuk tadi. Begitu mudah dan cepat ia mati. Lalu apa yang terjadi setelah ia mati?. Entahlah, belum pernah mendengar kisah-kisah masa lalu yang pernah terjadi tentang nyamuk. Meski terlihat remeh, tapi kata nyamuk termaktub di dalam Al-Quran untuk menggambarkan bahwa Allah SWt tidak pernah malu untuk memberikan perumpamaan dan embelajaran meskipun dari seekor nyamuk yang kecil dan rapuh.
Tapi, yang jelas, hewan jika ia sudah mati, tak ada hisab baginya, yang ada adalah kenyamanan. Seperti dulu, seekor rusa yang ditangkap oleh seorang Arab pedalaman. Saat ia masih terikat di kemah pemburunya, tiba-tiba Rasulullah SAW lewat, rusa itu pun berkata; Wahai Rasulullah, bebaskanlah aku. Pemburuku ini sudah lama menangkapku, tapi tak kunjung menyembelihku agar aku merasa nyaman. Lepaskanlah aku sebentar untuk menyusui dua anakku, setelah itu aku akan kembali lagi kemari dan engkau bisa mengikatku kembali.

Nabi SAW memenuhi permintaan rusa itu, beliau melepaskannya, dan tidak berapa lama ia kembali lagi
memenuhi janjinya kepada Rasul. Beliau pun mengikatnya lagi. Tiba-tiba si pemilik buruan datang, Rasulullah berkata kepadanya; maukah kau menjual rusa ini?. ia menjawab; "Aku berikan ia kepada engkau wahai Rasulullah". Rasul pun menerimanya, dan beliau langsung melepaskannya. Begitu di lepaskan, rusa itu kegirangan, ia menghentakkan kakinya di tanah tanda gembira, lalu mengucap; Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan sungguh engkau adalah utusan Allah. Ia pun pergi kembali kepada kedua anaknya yang masih menyusu.

Musthofa Lutfi Al-Manfaluthi, seorang tokoh kenamaan di Mesir pernah bercerita tentang nyamuk, ia menuturkan;Seekor nyamuk telah menggangguku. Aku berusaha menepuknya, tapi sayapnya lebih cepat membawa lari mungil tubuhnya. Aku mencoba membuka jendela, dan dengan cara itu ada gerombolan nyamuk lain yang langsung menerjang masuk. Kuhantam mereka dengan satu kibasan, Luar biasa ternyata mereka mampu menghindar dengan berpencar. Sungguh baru kali ini aku melihat ada umat yang dengan jalan berpencar dan berbeda arah malah mampu menyelamatkan kehidupannya. Mereka adalah umat nyamuk.

Antara nyamuk dan rusa; Nyamuk kerap tak berterus terang, ia terbang perlahan, hinggap di tubuh, seolah hendak menyentuh lembut tapi ternyata menghisap darah. Sedangkan rusa, dalam peluangnya , ia tetap mempertahankan kejujuran dan sikap menepati janji, alhasil indahnya kebebasan ia berhasil ia dapatkan.
Wallahu'alam, ini hanya sebuah tulisan ringan.
A.P.K. 14.02.18
Posted by etalase44 On 22.51 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text