Di masa Umar, ada sekelompok kaum dari Yaman, hendak bergabung dengan pasukan Umar. Dalam perjalanan, salah seorang dari mereka mendapat masalah, yaitu Keledai tunggangannya mendadak roboh, mati.
Para sahabatnya menawarkan bantuan agar ia tetap pergi bersama tunggangan mereka. Namun ia menolak. Ia mengambil tempat wudhunya, lalu berwudhu, ia mengerjakan shalat dua rakaat, kemudian berdoa; Ya Allah, aku telah berserah diri kepada-Mu, beriman kepada-Mu, pergi berjuang di jalan-Mu, demi mengharapkan ridha-Mu, JANGAN KUASAKAN KEPADA SIAPAPUN UNTUK MEMBERIKAN BANTUAN KEPADAKU, aku mohon kepada-Mu bangkitkan kembali keledaiku".
Tiba-tiba keledainya menggoyangkan kepalanya, mengibaskan telinganya, lalu bangkit berdiri. Lelaki itu gembira, ia langsung memacu menyusul rombongannya yang telah dahulu melanjutkan perjalanan.
Itulah yang disebut karomah. Menurut ulama, karomah yang terjadi pada suatu umat, merupakan mukjizat sang Nabi. Artinya, salah satu mukjizat seorang Nabi, adalah turunnya karomah pada umatnya.
Yang menarik dari kisah ini adalah doa lelaki tersebut. Ia mengetuk pintu peluang. Kata orang bijak, peluang yang sama tak berulang kedua kali. Dia mengetuk peluang dari Tuhannya, hanya dari Tuhannya. Dia katakan, jangan seorangpun dikuasakan untuk memberi bantuan kepadanya. Dia tak ingin melewatkan peluang pertama yang harus ditempuh, yaitu Allah SWT.
Dalam kehidupan secara umum, maupun dunia kerja secara khusus, peluang kerap datang secara sporadis. Ia terkadang datang ketika kondisi fisik, sarana, pendukung, sedang tidak siap. Namun disanalah orang tua kerap mengatakan; ini kesempatan, jika diambil dapat satu, tak diambil dapat nol. Alias lewat sama sekali.
Yang penting selalu sertakan Allah dalam merengkuh peluang. Jangan rumit dalam melangkah. Jika ada salah dalam upaya, minta maaf. Jika ada kenikmatan, diungkapkan. Serta menghindar selalu dari kebencian, hasud dan kedengkian.
Ketulusan akan membuahkan kesempatan yang dahsyat, seperti Anas bin Malik, ia berkhidmat melayani Rasulullah SAW, selama lebih kurang sepuluh tahun.,
Dalam masa itu, ia mendapatkan kesempatan dan PELUANG EMAS, didoakan oleh Rasulullah SAW, yaitu dipanjangkan usianya, dianugerahi harta benda dan anak keturunan yang banyak. Doa itu terkabul, dalam hidupnya Anas dikarunia kebun buah yang luas dan dapat dipanen dua kali dalam setahun. Di dalamnya ada tumbuhan Raihan yang menghasilkan parfum beraroma kasturi. Anak keturunannya hampir berjumlah seratus orang, dan usia Anas mencapai angka seratus tahun.
Wallahu a'lam. A.P.K.15.02.18
Para sahabatnya menawarkan bantuan agar ia tetap pergi bersama tunggangan mereka. Namun ia menolak. Ia mengambil tempat wudhunya, lalu berwudhu, ia mengerjakan shalat dua rakaat, kemudian berdoa; Ya Allah, aku telah berserah diri kepada-Mu, beriman kepada-Mu, pergi berjuang di jalan-Mu, demi mengharapkan ridha-Mu, JANGAN KUASAKAN KEPADA SIAPAPUN UNTUK MEMBERIKAN BANTUAN KEPADAKU, aku mohon kepada-Mu bangkitkan kembali keledaiku".
Tiba-tiba keledainya menggoyangkan kepalanya, mengibaskan telinganya, lalu bangkit berdiri. Lelaki itu gembira, ia langsung memacu menyusul rombongannya yang telah dahulu melanjutkan perjalanan.
Itulah yang disebut karomah. Menurut ulama, karomah yang terjadi pada suatu umat, merupakan mukjizat sang Nabi. Artinya, salah satu mukjizat seorang Nabi, adalah turunnya karomah pada umatnya.
Yang menarik dari kisah ini adalah doa lelaki tersebut. Ia mengetuk pintu peluang. Kata orang bijak, peluang yang sama tak berulang kedua kali. Dia mengetuk peluang dari Tuhannya, hanya dari Tuhannya. Dia katakan, jangan seorangpun dikuasakan untuk memberi bantuan kepadanya. Dia tak ingin melewatkan peluang pertama yang harus ditempuh, yaitu Allah SWT.
Dalam kehidupan secara umum, maupun dunia kerja secara khusus, peluang kerap datang secara sporadis. Ia terkadang datang ketika kondisi fisik, sarana, pendukung, sedang tidak siap. Namun disanalah orang tua kerap mengatakan; ini kesempatan, jika diambil dapat satu, tak diambil dapat nol. Alias lewat sama sekali.
Yang penting selalu sertakan Allah dalam merengkuh peluang. Jangan rumit dalam melangkah. Jika ada salah dalam upaya, minta maaf. Jika ada kenikmatan, diungkapkan. Serta menghindar selalu dari kebencian, hasud dan kedengkian.
Ketulusan akan membuahkan kesempatan yang dahsyat, seperti Anas bin Malik, ia berkhidmat melayani Rasulullah SAW, selama lebih kurang sepuluh tahun.,
Dalam masa itu, ia mendapatkan kesempatan dan PELUANG EMAS, didoakan oleh Rasulullah SAW, yaitu dipanjangkan usianya, dianugerahi harta benda dan anak keturunan yang banyak. Doa itu terkabul, dalam hidupnya Anas dikarunia kebun buah yang luas dan dapat dipanen dua kali dalam setahun. Di dalamnya ada tumbuhan Raihan yang menghasilkan parfum beraroma kasturi. Anak keturunannya hampir berjumlah seratus orang, dan usia Anas mencapai angka seratus tahun.
Wallahu a'lam. A.P.K.15.02.18







0 komentar:
Posting Komentar