Rabu, 07 Maret 2018

--- MENANGIS ---😭

Seorang rekan menceritakan bahwa dalam hidupnya ia pernah menangis. Yang membuat saya tertarik, dia menangis karena dia seorang laki laki, bagi dunia laki-laki menangis itu "pantangan", kecuali kalau ada faktor yg betul betul harus membuat dia menangis.

Tangisan yg ia ceritakan mirip tayangan film atau drama, di mana seseorang saking bahagianya dapat rejeki nomplok, yg belum pernah dirasakan sebelumnya, maka dia menangis terharu, bahagia, dan merasa tak percaya. Awalnya saya kira yg seperti ini cuma ada di film-film atau show, tp ternyata terjadi juga di dunia nyata.

Itulah menariknya, tangisan memang bahasa hati. Siapa yg bs memungkiri bahasa hati. Jangankan manusia, hewan pun jika kita mengerti perasaan mereka, tentu akan sering kita menyaksikan hewan menangis. Pernah suatu ketika Nabi SAW melintasi kebun kurma orang Anshar. Trnyata disana ada unta yang sedang bersimpuh di pojok kebun, begitu Nabi menghampirinya ia bersujud di hadapan Nabi sambil berlinang air mata.

Para sahabat bertanya, apa yang diadukan oleh unta itu kepada Nabi SAW, ternyata ia mengadu bahwa selama ini dia telah melayani tuannya dengan baik, rajin mengangkut air utk menyirami kebun, namun kini disaat ia mulai lelah, tuannya seketika hendak menyembelihnya. Ia menangis sedih, mengapa ia tak dibiarkan saja menua lalu mati dgn sendirinya. Begitulah dia mengadu kpd Nabi SAW.

Menangis yang berharga adalah tangisan yg meleleh dengan sendirinya di saat kita mengingat dosa, memohon dgn penuh harap kpd Allah dalam kesendirian, menyentuh hati kita sendiri, mengadukan diri kita sendiri, dan membicarakan diri kita sendiri di hadapan Dia Yang Maha Kuasa. Tujuh golongan manusia yg akan mendapatkan naungan Allah pd hari tiada lagi perlindungan kecuali hanya dari-Nya, salah satunya adalah dia "Rajulun dzakarallaha khaliyan fa fadhat ainahu; yaitu orang yg mengingat Allah dlm kesendiriannya lalu meleleh air matanya.

Wallahua'lam.

A.P.K. 07.03.18
Posted by etalase44 On 22.18 No comments READ FULL POST

Senin, 05 Maret 2018

Dalam suatu sesi pemotretan, untuk suatu keperluan album tahunan - karena memang tidak biasa bergaya dan aksi di depan kamera - hal yg paling sulit adalah tersenyum. Dipikir pikir, trnyata senyum pun membutuhkan latihan. Tanpa latihan, sulit mengukur senyuman yg pas, lepas, dan spontan. Itulah mengapa dalam bberapa kegiatan motivasi dan pembinaan karakter diajarkan bagaimana menata senyuman menjadi simetris dan manis dipandang.

Lalu mengapa dalam haditsnya Rasulullah SAW menggandengkan antara senyuman dgn sedekah. Ternyata rahasianya ada pada kesamaan pemicu keduanya, yaitu keikhlasan dan ketulusan.
Senyum yg dipaksakan sekalipun tersungging dibibir namun jika tak tulus, airmuka tetap tak membuat senyuman itu cerah. Demikian pula dgn sedekah, walaupun dikeluarkan tp jika tak ikhlas ia ibarat debu yg ditepuk lalu buyar berhamburan tak bermakna.

Tak sekedar ketulusan, senyum merupakan cermin kejujuran. Sumbernya adalah hati. Siapapun pasti mendambakan kejujuran. Anak yg kita didik, kita ingin dia menjadi anak yg jujur. Murid yg kita bina, kita harap dia menjadi generasi yg jujur.

Menariknya, kejujuran ternyata pangkal kecerdasan. Dulu, saat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar melintas di hadapan seorang anak kecil pengembala kambing, beliau bertanya; "apakah kau mempunyai susu kambing yg bs kami minum?, anak itu menjawab; "ada,tp aku dipercaya utk menjaganya". Nabi berkata; "apakah ada kambing betina muda yg belum dikawini pejantan?, "ada" jwab anak itu. Lalu dia membawanya kepada Nabi. Maka seraya berdoa, beliau mengusap bagian susu kambing itu, lalu kantung susunya mengembang dan membesar kemudian beliau memerahnya. Lalu beliau dan Abu Bakar meminumnya. Setelah itu beliau berkata; "mengkerutlah kembali". Maka bagian susu kambing muda itu kembali mengecil seperti semula.

Anak kecil itu berkata; "ajarkan kepadaku apa yg Engkau baca dlm doamu tadi". Nabi SAW berkata: "sungguh kau akan menjadi orang yg pintar berilmu dan senantiasa diberi ilmu".

Dialah Ibnu Mas'ud. Kejujurannya dlm menjaga amanah menjadi pertanda kecerdasannya di mata Rasulullah. Dan terbukti dia menjadi salah seorang sumber ilmu yg mumpuni dalam Islam. Bahkan ada 70 surat AlQuran yg ia pelajari dan ia hafal dari Rasulullah dan tdk seorang pun yg menyanggah hafalannya sbgaimana diwahyukan kpd Nabi SAW.

Wallahu a'lam bi Ash-Showab.
A.P.K. 05.03.18
Posted by etalase44 On 05.22 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text