--- MENANGIS ---ðŸ˜
Seorang rekan menceritakan bahwa dalam hidupnya ia pernah menangis. Yang membuat saya tertarik, dia menangis karena dia seorang laki laki, bagi dunia laki-laki menangis itu "pantangan", kecuali kalau ada faktor yg betul betul harus membuat dia menangis.
Tangisan yg ia ceritakan mirip tayangan film atau drama, di mana seseorang saking bahagianya dapat rejeki nomplok, yg belum pernah dirasakan sebelumnya, maka dia menangis terharu, bahagia, dan merasa tak percaya. Awalnya saya kira yg seperti ini cuma ada di film-film atau show, tp ternyata terjadi juga di dunia nyata.
Itulah menariknya, tangisan memang bahasa hati. Siapa yg bs memungkiri bahasa hati. Jangankan manusia, hewan pun jika kita mengerti perasaan mereka, tentu akan sering kita menyaksikan hewan menangis. Pernah suatu ketika Nabi SAW melintasi kebun kurma orang Anshar. Trnyata disana ada unta yang sedang bersimpuh di pojok kebun, begitu Nabi menghampirinya ia bersujud di hadapan Nabi sambil berlinang air mata.
Para sahabat bertanya, apa yang diadukan oleh unta itu kepada Nabi SAW, ternyata ia mengadu bahwa selama ini dia telah melayani tuannya dengan baik, rajin mengangkut air utk menyirami kebun, namun kini disaat ia mulai lelah, tuannya seketika hendak menyembelihnya. Ia menangis sedih, mengapa ia tak dibiarkan saja menua lalu mati dgn sendirinya. Begitulah dia mengadu kpd Nabi SAW.
Menangis yang berharga adalah tangisan yg meleleh dengan sendirinya di saat kita mengingat dosa, memohon dgn penuh harap kpd Allah dalam kesendirian, menyentuh hati kita sendiri, mengadukan diri kita sendiri, dan membicarakan diri kita sendiri di hadapan Dia Yang Maha Kuasa. Tujuh golongan manusia yg akan mendapatkan naungan Allah pd hari tiada lagi perlindungan kecuali hanya dari-Nya, salah satunya adalah dia "Rajulun dzakarallaha khaliyan fa fadhat ainahu; yaitu orang yg mengingat Allah dlm kesendiriannya lalu meleleh air matanya.
Wallahua'lam.
A.P.K. 07.03.18
Seorang rekan menceritakan bahwa dalam hidupnya ia pernah menangis. Yang membuat saya tertarik, dia menangis karena dia seorang laki laki, bagi dunia laki-laki menangis itu "pantangan", kecuali kalau ada faktor yg betul betul harus membuat dia menangis.
Tangisan yg ia ceritakan mirip tayangan film atau drama, di mana seseorang saking bahagianya dapat rejeki nomplok, yg belum pernah dirasakan sebelumnya, maka dia menangis terharu, bahagia, dan merasa tak percaya. Awalnya saya kira yg seperti ini cuma ada di film-film atau show, tp ternyata terjadi juga di dunia nyata.
Itulah menariknya, tangisan memang bahasa hati. Siapa yg bs memungkiri bahasa hati. Jangankan manusia, hewan pun jika kita mengerti perasaan mereka, tentu akan sering kita menyaksikan hewan menangis. Pernah suatu ketika Nabi SAW melintasi kebun kurma orang Anshar. Trnyata disana ada unta yang sedang bersimpuh di pojok kebun, begitu Nabi menghampirinya ia bersujud di hadapan Nabi sambil berlinang air mata.
Para sahabat bertanya, apa yang diadukan oleh unta itu kepada Nabi SAW, ternyata ia mengadu bahwa selama ini dia telah melayani tuannya dengan baik, rajin mengangkut air utk menyirami kebun, namun kini disaat ia mulai lelah, tuannya seketika hendak menyembelihnya. Ia menangis sedih, mengapa ia tak dibiarkan saja menua lalu mati dgn sendirinya. Begitulah dia mengadu kpd Nabi SAW.
Menangis yang berharga adalah tangisan yg meleleh dengan sendirinya di saat kita mengingat dosa, memohon dgn penuh harap kpd Allah dalam kesendirian, menyentuh hati kita sendiri, mengadukan diri kita sendiri, dan membicarakan diri kita sendiri di hadapan Dia Yang Maha Kuasa. Tujuh golongan manusia yg akan mendapatkan naungan Allah pd hari tiada lagi perlindungan kecuali hanya dari-Nya, salah satunya adalah dia "Rajulun dzakarallaha khaliyan fa fadhat ainahu; yaitu orang yg mengingat Allah dlm kesendiriannya lalu meleleh air matanya.
Wallahua'lam.
A.P.K. 07.03.18







0 komentar:
Posting Komentar