Senin, 05 Maret 2018

Dalam suatu sesi pemotretan, untuk suatu keperluan album tahunan - karena memang tidak biasa bergaya dan aksi di depan kamera - hal yg paling sulit adalah tersenyum. Dipikir pikir, trnyata senyum pun membutuhkan latihan. Tanpa latihan, sulit mengukur senyuman yg pas, lepas, dan spontan. Itulah mengapa dalam bberapa kegiatan motivasi dan pembinaan karakter diajarkan bagaimana menata senyuman menjadi simetris dan manis dipandang.

Lalu mengapa dalam haditsnya Rasulullah SAW menggandengkan antara senyuman dgn sedekah. Ternyata rahasianya ada pada kesamaan pemicu keduanya, yaitu keikhlasan dan ketulusan.
Senyum yg dipaksakan sekalipun tersungging dibibir namun jika tak tulus, airmuka tetap tak membuat senyuman itu cerah. Demikian pula dgn sedekah, walaupun dikeluarkan tp jika tak ikhlas ia ibarat debu yg ditepuk lalu buyar berhamburan tak bermakna.

Tak sekedar ketulusan, senyum merupakan cermin kejujuran. Sumbernya adalah hati. Siapapun pasti mendambakan kejujuran. Anak yg kita didik, kita ingin dia menjadi anak yg jujur. Murid yg kita bina, kita harap dia menjadi generasi yg jujur.

Menariknya, kejujuran ternyata pangkal kecerdasan. Dulu, saat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar melintas di hadapan seorang anak kecil pengembala kambing, beliau bertanya; "apakah kau mempunyai susu kambing yg bs kami minum?, anak itu menjawab; "ada,tp aku dipercaya utk menjaganya". Nabi berkata; "apakah ada kambing betina muda yg belum dikawini pejantan?, "ada" jwab anak itu. Lalu dia membawanya kepada Nabi. Maka seraya berdoa, beliau mengusap bagian susu kambing itu, lalu kantung susunya mengembang dan membesar kemudian beliau memerahnya. Lalu beliau dan Abu Bakar meminumnya. Setelah itu beliau berkata; "mengkerutlah kembali". Maka bagian susu kambing muda itu kembali mengecil seperti semula.

Anak kecil itu berkata; "ajarkan kepadaku apa yg Engkau baca dlm doamu tadi". Nabi SAW berkata: "sungguh kau akan menjadi orang yg pintar berilmu dan senantiasa diberi ilmu".

Dialah Ibnu Mas'ud. Kejujurannya dlm menjaga amanah menjadi pertanda kecerdasannya di mata Rasulullah. Dan terbukti dia menjadi salah seorang sumber ilmu yg mumpuni dalam Islam. Bahkan ada 70 surat AlQuran yg ia pelajari dan ia hafal dari Rasulullah dan tdk seorang pun yg menyanggah hafalannya sbgaimana diwahyukan kpd Nabi SAW.

Wallahu a'lam bi Ash-Showab.
A.P.K. 05.03.18
Posted by etalase44 On 05.22 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text