Tulisan ini saya mulai dari sekilas ulasan tentang sebuah film yang menarik, tidak bermaksud mempromosikan, tapi mungkin jika anda menontonnya ada manfaat yang bisa diambil, judulnya adalah The Man Who Knew Infinity, bercerita tentang kehidupan seorang ahli Matematika asal India yang terkenal dengan kontribusinya dalam pengembangan analisis matematika, teori bilangan, barisan tak terhingga, dan pecahan berkelanjutan. Yang unik dari dirinya, kemampuan hebatnya tersebut ia peroleh melalui autodidak. Bahkan di dalam film ini, kemampuan luar biasa itu digambarkan dapat muncul secara tiba-tiba dalam pikirannya dan langsung dapat ia tuangkan dalam analisa rumus-rumus matematika pada berlembar-lembar kertas yang mengundang decak kagum. Sehingga oleh seorang ahli matematika Inggris, G.H Hardy, Ramanujan dapat dikatakan sekelas dengan ahli-ahli matematika seperti Euler, Newton, Gauss, dan Archimedes.
Sosok Ramanujan di dalam film ini dikisahkan bukan berasal dari keluarga yang berada. Ia tidak populer dan tidak memiliki relasi di manapun, sehingga kemampuannya yang brilian tidak serta merta membuatnya mudah mendapatkan pekerjaan. Hingga akhirnya ia berkenalan dengan seseorang yang berharap agar kehebatannya itu tidak ia bawa mati sia-sia tanpa ada orang yang mempublikasikannya ke jagat ilmiyah.








