Tulisan ini saya mulai dari sekilas ulasan tentang sebuah film yang menarik, tidak bermaksud mempromosikan, tapi mungkin jika anda menontonnya ada manfaat yang bisa diambil, judulnya adalah The Man Who Knew Infinity, bercerita tentang kehidupan seorang ahli Matematika asal India yang terkenal dengan kontribusinya dalam pengembangan analisis matematika, teori bilangan, barisan tak terhingga, dan pecahan berkelanjutan. Yang unik dari dirinya, kemampuan hebatnya tersebut ia peroleh melalui autodidak. Bahkan di dalam film ini, kemampuan luar biasa itu digambarkan dapat muncul secara tiba-tiba dalam pikirannya dan langsung dapat ia tuangkan dalam analisa rumus-rumus matematika pada berlembar-lembar kertas yang mengundang decak kagum. Sehingga oleh seorang ahli matematika Inggris, G.H Hardy, Ramanujan dapat dikatakan sekelas dengan ahli-ahli matematika seperti Euler, Newton, Gauss, dan Archimedes.
Sosok Ramanujan di dalam film ini dikisahkan bukan berasal dari keluarga yang berada. Ia tidak populer dan tidak memiliki relasi di manapun, sehingga kemampuannya yang brilian tidak serta merta membuatnya mudah mendapatkan pekerjaan. Hingga akhirnya ia berkenalan dengan seseorang yang berharap agar kehebatannya itu tidak ia bawa mati sia-sia tanpa ada orang yang mempublikasikannya ke jagat ilmiyah.
Singkat cerita, atas bantuan orang itu, Ramanujan akhirnya mendapatkan undangan ke Universitas Cambridge berkat G.H. Hardy yang mampu mengenal hasil karyanya yang brilian. Hingga setelah melewati berbagai perjuangan di bawah bimbingan G.H. Hardy dan Littlewood ia diangkat menjadi anggota London Mathematical Society dan kemudian menjadi Fellow dari Royal Society.
Dalam kisah Nabi Musa yang diceritakan dalam riwayat Ubay bin Ka'ab Ra, bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda; "Sesungguhnya Musa sedang berkhutbah di tengah kaumnya, yaitu Bani Israil, lalu seseorang bertanya; "siapakah orang yang paling berilmu?, Musa menjawab: "akulah orangnya". Lantas Allah SWT menegurnya lantaran dia tidak menyandarkan keilmuannya itu kepada Allah SWT. Allah mewahyukan kepadanya agar ia berangkat ke Majma' Bahrain untuk menemui orang yang lebih pintar dari dirinya". Kisah ini dibahas detail dalam QS. Al-Kahf. Dalam surat ini tergambar bagaimana proses pembelajaran yang dialami oleh Nabi Musa kepada Khidir yang dinyatakan Allah SWT lebih berilmu dari Musa.
Pada saat saya tinggal di Asrama Mahasiswa di Cairo, ada seorang teman dari Afganistan berkata kepada saya, saat itu kami sedang bersama-sama keluar dari Masjid. Ketika itu sedang suasana ujian dan banyak sekali mahasiswa yang belajar di Masjid karena lebih tenang dan dapat belajar dengan fokus. Seakan melihat banyaknya mahasiswa yang rajin membaca buku sendiri tanpa ada pendampingan, dia berkata; "siapa yang hanya berguru kepada buku, maka ia rentan salah paham".
Tiga kondisi yang saya ceritakan di atas memberikan gambaran bahwa peran seorang guru adalah keniscayaan. Boleh jadi kita jenius, tapi harus ada pembimbing yang mengarahkan, itulah yang nampak jelas dalam kisah Film Ramanujan. Boleh jadi kita berada pada posisi teratas sebagai panutan umat, namun posisi itu tidak lantas membuat kita memiliki perasaan sebagai orang yang paling tahu apalagi paling pintar, itulah yang diajarkan Allah melalui kisah Nabi Musa, di mana beliau dipertemukan oleh Allah dengan sosok pembimbing yang menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah yang belum ia ketahui. Dan boleh jadi kita seorang yang rajin membaca, kutu buku, namun ungkapan teman saya di atas mengingatkan bahwa penjelasan yang diberikan seorang guru jauh lebih membawa kebenaran jika dibandingkan kita hanya bersandar dengan kemampuan autodidak yang berpeluang membawa pada kesalahpahaman.
"Bersahabatlah dengan guru", itulah pesan yang disampaikan imam Syafi'i dalam untaian hikmahnya mengenai 6 syarat menuntut ilmu.
'Melajulah dengan cepat, tapi tetap rendah hati", sebuah pesan seorang guru yang dipegang erat oleh Jay Moriarty, peselancar muda yang berhasil menaklukkan Mavericks namun selalu hormat dan bersahabat dengan gurunya.
Wallahu'alam bi ash-Showab.
(by.APK)
(by.APK)








0 komentar:
Posting Komentar