Selasa, 28 November 2017

Di Masa Jahiliyah, Abbas bermimpi melihat saudaranya, Abdul Uzza (yaitu Abu Lahab) masuk neraka. dia bertanya; "Panaskah di neraka?, Ya!, tapi aku diringankan dari panasnya setiap hari Senin.

Itulah hadiah yang diberikan kepada Abu Lahab. Paman Nabi yg tetap kafir dan menentang Nabi, tapi berkat senangnya ia di kala kelahiran Muhammad SAW. Allah meringankan siksanya.

Beginilah ceritanya...

Di masa hamil tua Aminah (Ibu Nabi), Abu Lahab menugaskan budaknya Tsuwaibah, untuk menjaga Aminah (saudari iparnya) menjelang kelahiran Muhammad.
Begitu lahir, Tsuwaibah pulang mengabarkan kepada tuannya, Abu Lahab.

Abu lahab senang bukan kepalang, dengan kelahiran Muhammad, sebagai tanda gembiranya ia pun memerdekakan budaknya itu, sang budak pun merdeka.

Atas kegembiraannya itu, Allah tetap mengganjar kebaikannya dengan meringankan siksanya pada setiap hari kelahiran Nabi tercinta, yaitu hari Senin.

Terhadap Penentang Nabi pun, Allah tetap menghargainya dgn meringankan siksanya.
Maka bagaimana kita yang selalu mencintai beliau...Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad...

Kisah ini diabadikan dalam 6 bait syair, oleh Al-Hafizh Al-Maqdisi.
إذا كان هذا كافرا جاء ذمه #
بتبت يداه في الجحيم مخلدا
أتى انه يوم الإثنين أبدا #
يخفف عنه للسرور بأحمدا
فما الظن بالعبد الذي طول عمره #
بأحمد مسرورا ومات موحدا
https://t.me/abdipk
Posted by etalase44 On 23.20 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text