Senin, 01 Juni 2015

Tahukah Sahabat bahwa mengasuh anak terbagi dalam beberapa tahapan. Dibawah ini merupakan waktu berharga dalam mengasuh anak.
®7 tahun pertama (0-7 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah – zona larangan
Jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang adalah otak kanannya.
®7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai ‘pembantu’ atau tawanan perang.
Zona kuning – zona hati-hati dan waspada.
Latih anak-anak agar mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.
®7 tahun ketiga (14-21 tahun):
Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau – sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.
®7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan sebagai pemimpin.
Zona biru – siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah.
®Pada masa anak-anak, yang berkembang adalah otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.
Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Ampun dah lama sekali ya? Ternyata ada rahasia Tuhan mengapa diatur seperti itu
Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreativitas dan eksplorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.
Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.
**Untuk memberi instruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bas, empuk dan enak didengar.
**Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. Ada 250rb sel otak anak yang rusak ketika dimarahi.
**Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.
++Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala.
Dengan sentuhan, maka ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur. Selamat mencoba!

 (Sumber: Fans Page FB Family Guide & www.ngopibersama.com)
Posted by etalase44 On 22.25 No comments READ FULL POST
Kita yakin agama Islam ini akan selalu dijaga Allah SWT, Dia akan menyempurnakan cahaya-Nya, sekalipun orang-orang kafir membenci, sekalipun orang-orang musyrik tidak menyukai. Sudah banyak penistaan yang dilakukan oleh orang-orang yang membenci agama Islam, baik dari kalangan internal maupun eksternal. Berbagai cara mereka lakukan, baik yang berbentuk perkataan maupun perbuatan. Penista dari kalangan eksternal mudah terlihat, namun yang dari kalangan nifaq internal terkadang sulit untuk diidentifikasi karena dia memakai topeng kemunafikan, ibarat kata pepatah;

"betapa banyak orang yang berada di antara kita tapi dia bukan termasuk golongan kita".

Namun meski dengan semua penistaan yang terjadi, sedikitpun agama Allah, Islam, tidak berkurang kemuliaannya. Jadi tidak ada yang perlu kita khawatirkan dari sisi ini. Karena agama Allah tidak akan roboh hanya karena perolok-olok yang ditujukan kepadanya.

Lalu apa yang harus kita khawatirkan?, untuk menjelaskan ini, hal pertama yang harus kita pahami adalah teori kekuasaan. Suatu kekuasaan biasanya diperoleh oleh seseorang karena dia dipilih atau karena dia ditunjuk. Dengan dua cara ini dia dianggap legal memiliki kewenangan dan kekuasaan (power). Tentunya kekuasaan tersebut diberikan oleh orang-orang yang memilihnya atau menunjuknya, agar dia menjalankannya dengan amanah dan mewujudkan hal yang terbaik bagi kemaslahatan mereka yang memilih atau yang menunjuk.

Jika dia berkuasa sebagai seorang presiden, maka dia berkewajiban untuk menunaikan amanah rakyat yang telah memilihnya, untuk kepentingan dan kemaslahatan mereka. Jika dia berwenang dan berkuasa sebagai seorang menteri, maka dia berkewajiban membantu sang Presiden yang telah menunjukknya agar sang presiden dapat menjalankan amanah rakyat yang telah memilihnya.

Begitulah!. Maka sebagai manusia, kita telah dikuasakan oleh Allah SWT melalui penciptaan dan eksistensi kita di muka bumi ini. Keberadaan kita di jagat raya ini membawa suatu kekuatan dan kewenangan untuk menjalankan amanah dan kewajiban yang telah diberikan oleh Dzat yang menunjuk kita untuk berkuasa sebagai khilafah di muka bumi, yaitu beribadah, "dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku".

Ibadah yang paling tampak dalam keseharian kita adalah shalat lima waktu. Jika ia kita tegakkan maka tegaklah agama ini. dan jika kita tinggalkan maka robohlah agama ini. Tapi yang dimaksud dengan kerobohan itu, adalah keruntuhan agama tersebut dari semayamnya di dalam jiwa kita. Jika shalat mulai dilalaikan maka terkikis pilar-pilar kokoh agama ini di dalam diri kita. Lalu sebagai gantinya akan tumbuh kekejian dan kemungkaran. Itulah mengapa di dalam firman-Nya Allah SWT telah menekankan bahwa shalat akan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Menegakkan shalat, sama artinya dengan menunaikan kekuasaan dan kewenangan yang telah diberikan Allah kepada kita. Sebab Allah telah membentangkan dua jalan, jalan kebenaran dan jalan keburukan. Jika shalat kita tegakkan, maka kita menjadi berkuasa dan berwenang untuk memilih jalan kebenaran, sebab di dalam 7 ayat bacaan wajib shalat, ada satu doa yang selalu kita ucapkan "berilah kami petunjuk jalan yang lurus".

Menegakkan shalat artinya menunjukkan bahwa diri kita berkuasa. Ya, berkuasa dan memiliki kekuatan untuk tidak terjatuh dalam kemalasan beribadah yang selalu dihembuskan oleh buhul-buhul iblis.

Jangan robohkan kekuasaan dan kewenangan yang telah Allah SWT anugerahkan kepadamu. Selalu, memintalah pertolongan dengan kesabaran dan shalat. Wallahu'alam.

(Abdi PK, Nisfu Sya'ban 1436 H/1 Juni 2015)
Posted by etalase44 On 08.10 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text