Sabtu, 29 November 2014

Tanya: di daerah kami banyak orang yang mengazankan mayyit yang sudah dimasukkan ke dalam liang kubur. Bukankah di dalam buku-buku fikih tidak diterangkan tentang tata cara pemakaman seperti itu. Lalu bagaimana hukumnya?

Jawab:Azan pada hakikatnya adalah zikir kepada Allah SWT. Di dalam syariat terdapat anjuran untuk mengumandangkan azan di sejumlah kondisi, selain untuk mengumumkan datangnya waktu sholat. Seperti azan dan iqamah di telinga bayi yang baru dilahirkan. Sebagian ulama mengqiyaskan antara kematian dengan kelahiran. Sehingga mereka menganjurkan azan di ketika jenazah diletakkan di dalam liang kubur, dengan tujuan agar tauhid menjadi akhir baginya, sebagaimana ketika pertama kali dia muncul di bumi. Namun sebagian ulama menolaknya karena tidak ada hadits yang menerangkan hal tersebut.
Dalam hal ini, ulama yang memperbolehkannya melihat azan sebagai zikir kepada Allah dan ia boleh dalam semua kondisi. Sedangkan ulama yang melarangkanya, khawatir jika orang-orang mengira bahwa ada hadits atay sunnah tentang hal tersebut, sehingga mereka menjadikannya kebiasaan.Dengan ini, maka dapat diketahui bahwa masalah ini termasuk dalam perkara yang menjadi perbedaan para ulama, sehingga terdapat kelonggaran di dalamnya. Oleh karena itu tidak apa-apa bagi barang siapa yang melakukannya, dan tidak apa-apa pula orang yang tidak melakukannya.
(Konsultasi Redaksi kepada lembaga Fatwa di Darul Ifta’ Mesir- No. 156054, 20 Maret 2013- )
Posted by etalase44 On 21.40 No comments READ FULL POST

Jumat, 28 November 2014

DOA YANG DIUCAPKAN NABI DISAAT TERJAGA DI MALAM HARI, LALU INGIN KEMBALI TIDUR SETELAH TERJAGA

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Fathu Al-Bari, 1154. Dari Hadits Ubadah bin Ash-Shamit, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "barang siapa yang terjaga di malam hari, lalu dia mengucapkan:

"Laa Ilaaha Illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai in qadir, Alhamdulillah, Subhanallah, Wa Laa Ilaaha illlah, Allahu akbar, wa laa hawla wala quwwata illa billah", 
kemudian dilanjutkan dengan dia mengucapkan: "Allahummaghfir lii" (ya Allah ampunilah aku)
atau dia mengucapkan doa doa lainnya, niscaya akan dikabulkan.
Kemudian jika dia berwudhu dan shalat, niscaya shalatnya diterima".

(Diterjemahkan oleh Abdi PK)
Sumber: Buku Saku Hishnu Al-Muslim min al-Bukhari wa Muslim.
Posted by etalase44 On 18.42 No comments READ FULL POST
DOA YANG DIUCAPKAN NABI DIKALA HENDAK TIDUR DAN BERBARING DI PEMBARINGANNYA


Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Fathu Al-Bari; 2360, dan Imam Muslim dalam kitab Shahinya; 2714.

Dari Abu Hurairah Ra.ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Jika salah seorang dari kalian beranjak ke pembaringannya, maka hendaklah ia kibaskan kasurnya dari bagian dalam sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang ada diatas kasur sepeninggalnya, kemudian hendaknya dia mengucapkan:

  بِسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِى وبكَ أرفَعُهُ ، إنْ أمْسَكْتَ نَفْسِى فَارْحَمْهَا
 وَإنْ أرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ الصَّالِحِيْنَ
"Dengan nama-Mu ya Allah aku baringkan punggungku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika (dalam tidurku) Engkau genggam jiwaku maka rahmatilah ia, dan jika Engkau lepaskan maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara orang-orang yang saleh" (Lafazh hadits ini bersumber dari imam Bukhari).

(Diterjemahkan oleh Abdi PK)
Sumber: Buku Saku Hishnu Al-Muslim min al-Bukhari wa Muslim.


Posted by etalase44 On 18.18 No comments READ FULL POST

Minggu, 16 November 2014

Suatu hari, Zaid bin Tsabit, Abu Hurairah, dan seorang lagi dari kalangan sahabat Rasulullah SAW sedang berdoa dan berzikir di Masjid. Lalu Rasulullah SAW datang dan duduk bersama mereka dan meminta mereka untuk kembali berdoa. 

Lantas Zaid dan sahabatnya berdoa terlebih dahulu sebelum Abu Hurairah, dan Rasul mengaminkan setiap bait doa mereka. 

Setelah itu, giliran Abu Hurairah yang berdoa; "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu apa yang telah dimohon oleh kedua sahabatku tadi, dan aku memohon kepada-Mu ilmu yang tidak terlupakan". Maka Rasulullah SAW mengaminkan doanya. 

Lantas Zaid berkata: "Wahai Rasulullah kami pun hendak memohon ilmu yang tidak terlupakan", beliau menjawab: "Kalian sudah didahului oleh Abu Hurairah"

Hikmah:
1. Jika terbetik di hati suatu kebaikan segerakan untuk dimohonkan kepada Allah dalam bait doa.
2. Jika sedang menjadi makmum doa, maka segera aminkan doa yang dilantunkan imam, sebab di antara semua jamaah yang mengaminkan doa sang imam, boleh jadi yang lebih dahulu mengaminkan kepadanyalah pengabulan doa imam diberikan.
3. Jika bertemu dengan orang saleh, maka mintalah doa kepadanya atau mintalah kepadanya mengaminkan doa anda.
Posted by etalase44 On 21.21 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text