Sabtu, 22 Maret 2014

Dulu, Zulaiha mengundang para wanita dengan alasan untuk menjamu mereka, padahal di balik itu dia ingin menunjukkan betapa tampannya Yusuf, sehingga jika dia terpesona maka dia tidak diperolok oleh wanita-wanita lainnya. Triknya ampuh, para wanita itupun tanpa terasa mengiris tangan mereka sendiri akibat pesona Yusuf yang membuat mereka "hilang kesadaran".

Saat Nabi SAW sakit, beliau memerintahkan agar Aisyah menyampaikan kepada Abu Bakar untuk menjadi imam sholat bagi kaum muslimin. Namun Aisyah beralasan bahwa Abu Bakar adalah sosok yang lembut dan mudah terharu dan menangis dalam sholat, sehingga suaranya sering tidak terdengar oleh makmum. Berulang-ulang Aisyah mengatakan hal ini kepada Nabi SAW, hingga akhirnya beliau berucap kepada Aisyah "Kalian ini seperti istrinya Yusuf!"

Yap, betapa hebat beliau memahami maksud di balik perkataan atau perbuatan seorang wanita atau istri. Kita lihat penjelasan dalam kitab Nail al-Awthor, atau dari penjelasan Syekh Abu Ishak Al-Juwaini, maksud beliau mengatakan "Kalian ini seperti istrinya Yusuf", adalah sindirin tentang trik yang biasa dilakukan seorang wanita, yaitu pandai menyembunyikan maksud sebenarnya yang ada di balik perkataannya.

Lihatlah, Dulu Zulaiha mengundang para wanita hanya sebagai trik, dibalik undangannya ada maksud yang ia tunjukkan, yaitu betapa tampannya Yusuf dan pasti semua wanita akan mudah sekali terpesona kepadanya. Demikian juga dengan Aisyah, dia berulang-ulang meminta Nabi SAW untuk tidak menunjuk Abu Bakar sebagai Imam dengan alasan Abu Bakar adalah lelaki yang mudah terharu dan menangis, namun maksud di baliknya adalah agar tidak muncul di hati kaum muslimin rasa pesimis terhadap Abu Bakar yang berhati lembut yang dikemudian hari sepeninggal Rasul akan menjadi khalifah.

Wallahu a'lam
Abdi PK,Maret 2014
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------


Posted by etalase44 On 21.59 No comments READ FULL POST

Selasa, 11 Maret 2014

Ada sebuah kata hikmah yang berbunyi, “Dawaamul Haal Minal Muhaal”, jika dibahasakan dengan bahasa kita “sesuatu yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri”. Artinya, perubahan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan, demikian juga dengan dunia pendidikan yang dibangun atas sebuah konsep kurikulum.

Kurikulum seperti yang kita ketahui, adalah sebuah pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pendidikan tertentu. Artinya jika kita berbicara tentang kurikulum, maka kita akan selalu berbicara tentang kebutuhan, tentu saja yang namanya kebutuhan itu akan selalu berkembang, maka kurikulum pun perlu untuk dikembangkan.

Di zaman sekarang ini, pola pendidikan harus dirancang sebagai suatu sistem yang dapat menghasilkan anak bangsa yang banyak tahu, banyak rasa, dan banyak bisa. Sebab kita berada di era komputasi yang serba cepat, era informasi yang serba terbuka, dan era skill yang serba menuntut keterampilan riil, dan tentu saja harus dikemas dalam kemasan afektif yang penuh rasa, sosial, dan sikap relegius. Singkatnya pendidikan hebat yang berkarakter.
Posted by etalase44 On 19.25 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text