Minggu, 16 Februari 2014

Sesungguhnya Allah malu jika seorang hamba mengangkat kedua tangannya dengan doa dan Dia hanya menjawab dengan kehampaan. 

Perhatikan betapa tinggi doa para Nabi yg mulia. Mereka memohon hal-hal yg mustahil, tapi mereka tak peduli sebab mereka mengerti makna Al wahhab.

Perhatikan doa Nabi Sulaiman, dia meminta kerajaan yg tiada tandingan yang berada dalam lingkup kemustahilan. Hasilnya Allah karuniakan kepadanya Kenabian, kerajaan, ilmu yg tinggi, hikmah yg hebat, Allah tundukkan untuknya angin, jin, burung, manusia dan segenap hewan.
Tawadhu dalam doa bukan tergolong sifat zuhud. Angkatlah doamu yg tertinggi untuk kebutuhan di dunia dan akhirat. Jangan pernah ragu. Mintalah surga Firdaus sekalipun kau mengira kau tidak berhak menempatinya.

Berdoalah, memintalah sebab engkau sedang berkomunikasi dengan Al-Wahhab.

Doa adalah ibadah yang menyenangkan. Ibadah berbaik sangka kepada Tuhan, di tengah kehidupan yang dirundung kegelisahan dan kekhawatiran terhadap masa depan.

Doa ibadah yang membelai hati manusia, mengajari kita untuk hidup dengan pikiran dan sikap yang luwes dengan sangkaan yang baik kepada Tuhan.

Dengan sangkaan yang baik kepada-Nya, datanglah kebajikan dan sirnalah keburukan.


طرقت باب الرجا والناس قد رقدوا
وبت أشكو إلى مولاي ما أجد
وقلت يا أملي في كل نائبة 
يا من عليه بكشف الضر أعتمد
أشكو إليك أمورا أنت تعلمها 
مالي على حملها صبر ولا جلد
وقد مددت يدي بالذل مبتهلا 
يا خير من مدت إليه يد
فلا تردنها يا رب خائبا
فبحر جودك يروي كل من يرد
Posted by etalase44 On 17.15 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text