Minggu, 16 Februari 2014

Sesungguhnya Allah malu jika seorang hamba mengangkat kedua tangannya dengan doa dan Dia hanya menjawab dengan kehampaan. 

Perhatikan betapa tinggi doa para Nabi yg mulia. Mereka memohon hal-hal yg mustahil, tapi mereka tak peduli sebab mereka mengerti makna Al wahhab.

Perhatikan doa Nabi Sulaiman, dia meminta kerajaan yg tiada tandingan yang berada dalam lingkup kemustahilan. Hasilnya Allah karuniakan kepadanya Kenabian, kerajaan, ilmu yg tinggi, hikmah yg hebat, Allah tundukkan untuknya angin, jin, burung, manusia dan segenap hewan.
Tawadhu dalam doa bukan tergolong sifat zuhud. Angkatlah doamu yg tertinggi untuk kebutuhan di dunia dan akhirat. Jangan pernah ragu. Mintalah surga Firdaus sekalipun kau mengira kau tidak berhak menempatinya.

Berdoalah, memintalah sebab engkau sedang berkomunikasi dengan Al-Wahhab.

Doa adalah ibadah yang menyenangkan. Ibadah berbaik sangka kepada Tuhan, di tengah kehidupan yang dirundung kegelisahan dan kekhawatiran terhadap masa depan.

Doa ibadah yang membelai hati manusia, mengajari kita untuk hidup dengan pikiran dan sikap yang luwes dengan sangkaan yang baik kepada Tuhan.

Dengan sangkaan yang baik kepada-Nya, datanglah kebajikan dan sirnalah keburukan.


طرقت باب الرجا والناس قد رقدوا
وبت أشكو إلى مولاي ما أجد
وقلت يا أملي في كل نائبة 
يا من عليه بكشف الضر أعتمد
أشكو إليك أمورا أنت تعلمها 
مالي على حملها صبر ولا جلد
وقد مددت يدي بالذل مبتهلا 
يا خير من مدت إليه يد
فلا تردنها يا رب خائبا
فبحر جودك يروي كل من يرد
Posted by etalase44 On 17.15 No comments READ FULL POST

Selasa, 11 Februari 2014


A.      PENDAHULUAN
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 20 menyatakan bahwa rencana pembelajaran mencakup silabus dan RPP yang selanjutnya diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

Implementasi Kurilukum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan ruang gerak yang luas kepada guru pada setiap satuan pendidikan dalam mengembangkan rencana pembelajaran. Salah satu komponen rencana pembelajaran yang memegang peranan penting dari keseluruhan isi kurikulum adalah materi ajar. Guru harus mampu memilih dan menyiapkan materi ajar sesuai prinsip pengembangannya agar peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Untuk memudahkan guru dalam menyajikan materi ajar dalam proses pembelajaran dan memudahkan peserta didik untuk mempelajarinya, guru perlu mengorganisasikan materi ajar yang telah dikembangkan ke dalam bahan ajar. Manfaat menyusun bahan ajar adalah guru dapat mengembangkan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan dalam penyiapan perangkat pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar terkait dengan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional seperti yang tercantum dalam lampiran Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru bagian B. Guru sebagai pendidik profesional diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar sesuai mekanisme yang ada dengan memperhatikan karakteristik dan lingkungan sosial peserta didik.
Posted by etalase44 On 18.09 No comments READ FULL POST
A.     PENDAHULUAN
Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.

Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Dengan pendidikan, kita mengharapkan melalui pendidikan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyarakat. Oleh karena itu kurikulum yang berisi pada tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.

Setiap berubahnya zaman, kurikulum harus berubah sesuai perubahan yang berlaku pada tatanan nilai kehidupan yang pada setiap zaman tersebut. Perubahan kurikulum tidaklah dapat dirumuskan secara cepat dan tepat, namun memerlukan waktu yang terus berubah dalam penyempurnaan kurikulum tersebut, yang mana komponen-komponen dari kurikulum tersebut berubah dengan suatu upaya yang disengaja. Oleh karena itu, perubahan kurikulum dapat berupa perubahan sebahagian dan berupa perubahan total. Dikatakan perubahan sebahagian, karena adanya perubahan salah satu komponen kurikulum dengan komponen kurikulum sebelumnya. Misalnya perubahan tujuan yang tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu, masyarakat ataupun zaman.
Posted by etalase44 On 18.03 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

JUMLAH KUNJUNGAN

Sample Text