Dua orang lelaki memasuki dua kebun anggur yg terbentang luas, milik salah satu dari keduanya. Kedua kebun yg tak pernah berhenti berbuah itu dialiri sungai-sungai yg tak pernah kering, di kelilingi pula oleh hamparan ladang kurma yg menakjubkan.
Lelaki pemilik kebun berkata; "Lihatlah harta kekayaanku dan pengikutku, jauh lebih banyak daripada milikmu. Aku rasa, semua ini tdk akan rusak apalagi hancur binasa. Aku akan memilikinya selama lamanya". Ujarnya, membanggakan kekayaannya di hadapan lelaki yg satu lagi.
Lelaki itu menanggapi, "Kenapa sikapmu begitu, kau akan rugi sendiri dgn kebanggaanmu itu. Harusnya kau ucapkan; kebunku luas, hartaku banyak, dengan mengatakan "masya Allah, La Quwwata illa billah, semua ini terwujud atas kehendak Allah, semua karena kekuatanNya semata". Aku yakin, jika kau tdk mengubah sikapmu, kau tetap kufur dan sombong, maka kebunmu akan disambar petir lalu musnah dan menjadi tanah yg licin".
Benar yg dikatakan sahabatnya itu, petir menyambar hancurkan kebunnya. Kini ia hanya hanya bs membolak balik telapak tangannya, Hampa..karena durhaka. Hanya penyesalan yg tersisa; "Ya Laitani lam usyrik birabbi ahada".
---- (diceritakan dr Qs.Al Kahf: 32-42)
---- (diceritakan dr Qs.Al Kahf: 32-42)
Belajar dr kisah Ali Banat, pemuda kaya raya, asal Sydney yg wafat bberapa hr yg lalu, yg sandal jepitnya saja dikatakan seharga USD 700. Vonis kanker stadium4 di tahun 2015 yg menurut dokter menyisakan 7 bulan sisa umur baginya. Ternyata membawa kesadaran penuh, bahwa kesempatan hidup adalah karunia Allah yg harus ia baktikan utk kebaikan.
Harta kekayaannya tdk membawanya sombong dan pongah bahwa ia dapat mengalahkan sakitnya dengan semua itu. Atau membuatnya harus bersenang senang di sisa usianya, bahwa ia dapat kekal abadi dgn apa yg ia punya.
Allah SWT mengarunianya usia hidup 3 tahun setelah vonis yg hanya memberikan waktu 7 bulan. Karunia besar itu telah menegaskan dirinya sebagai contoh riil, bahwa semua yg dimiliki adalah atas kehendak Allah ( ma sya Allah) tidak ada kekuatan kecuali dr Allah (La Quwwata Illa Billah), maka ia nafkahkan kekayaanya di jalan Allah. Ia bangun perumahan bagi para janda dan kaum dhuafa di afrika, ia dirikan fasilitas kesehatan.
Semoga Allah merahmatinya dan menempatkannya di surga-Nya. Amin.
Semoga Allah merahmatinya dan menempatkannya di surga-Nya. Amin.
Ramadhan Kariim...
(APK, 01.06.2018 --- penulis buku #Jangan Biarkan Kening Berdebu- JBKB).







0 komentar:
Posting Komentar