Tuntutan gaya hidup yang excessive membuat orang harus menumpuk stok. Lama-lama gaya hidup seperti itu menjadi sebuah "peradaban". Bahkan kini "peradaban" semacam itu sudah kentara dan terasa. Semua ingin memiliki stok, banyaknya stok menjadi identitas tersendiri dan dengan itu seseorang merasa terindentifikasi eksistensinya. Akhirnya semua ingin mengambil lebih dan menjadi lebih, padahal secara teori "menjadi lebih" adalah mencipta kekurangan di pihak lain, yaitu mereka yang tidak memiliki akses sebaik dia yang mampu mendapat lebih.
Sosok excessive kembali harus tersadarkan saat Ramadhan menjelang. Karena puasa mengajari untuk mengurangi, mengurangi dari semua yang berlebihan, mengurangi dari memperturutkan nafsu, tapi mengurangi itu bukan untuk memupuk dendam, dendam yang harus dibalas selepas Ramadhan berpamitan, atau lebih naif dendam yang harus terbalas selepas matahari terbenam (Depok,Juni14, paruh bulan melepas Sya'ban).
-----------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------
http://fokus44.blogspot.com/search/label/Produk%20Kami
-----------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------








0 komentar:
Posting Komentar