Di dalam hadis Rasulullah SAW banyak sekali analogi-analogi tentang perbandingan antara orang miskin dan orang kaya. Jika memang ditakdirkan miskin, maka bagaimana menjadi miskin yang baik dan mulia, dan jika memang ditakdirkan kaya, maka bagaimana menjadi si kaya yang baik dan mulia.
dalam posting kali ini saya akan menampilkan sebuah
tulisan yang saya peroleh dari salah satu postingan di WA Group, jadi saya tidak tahu referensi jelasnya diambil dari buku apa?, tapi yang penting bagi saya ini sebuah inspirasi dan hikmah yang membangun, saya coba memposting ulang di blog saya ini dengan harapan bisa diambil hikmah nya oleh siapa saja yang membacanya, ibarat pepatah arab yang dahulu diajarkan kepada saya "ambillah hikmah sekalipun keluar dari dubur ayam".Analogi 4 tipe golongan Manusia menurut filosofi Cina :
1. Huang Ti Sen, Huang Ti Gu ( Badan raja, tulangny a juga tulang raja).
Golongan ini untuk menggambarkan, orang kaya dan jiwanya juga kaya, dia bisa menggunakan kekayaannya untuk dinikmati, juga mau berbuat amal ( Kebajikan ).
2. Huang Ti Sen, Ji Kai Gu ( Badan raja, tapi tulang pengemis ).
Golongan ini menggambarkan, orang kaya tapi gak bisa menikmati uangnya. Kerjanya sibuk terus menerus untuk mencari uang. Jangankan untuk berbuat kebajikan, setiap tindakannya saja dihitung untung-ruginya. Memiliki mobil bagus cuma bisa dielus-elus saja, malah banyak supir atau pegawainya yang pakai. Dunianya cuma toko atau tempat kerjanya. Tahu-tahu sudah tua. ( Banyak nih yg model gini disekeliling kita ).
3. Ji Kai Sen, Huang Ti Gu ( Badan pengemis, tapi tulang raja ).
Golongan ini menggambarkan, orang-orang yg secara materi biasa-biasa saja, tapi bisa menikmati hidupnya. Walaupun hidupnya pas-pasan, tapi bermental kelimpahan dan berjiwa sosial.
4 Ji Kai Sen, Ji Kai Gu ( Badan pengemis, tulang juga pengemis ).
Golongan ini paling parah, sudah miskin bermental pengemis, sudah gak punya duit, mentalnya minta dikasihani terus, istilah kerennya bermental "poor me" atau kasihanilah saya.
Dalam menjalani kehidupan ini, jika kita benar-benar menjalankan ajaran kebajikan dgn benar, maka tidak mungkin bisa sampai terpuruk.Yg mesti diingat bahwa, "Tidak punya uang itu hanya bersifat sementara, tapi kalau Merasa Miskin itu Mental yg akan terus menempel dlm Pikiran & perbuatan.
=========================================
=========================================








0 komentar:
Posting Komentar